Mengenal Spinal Neuronavigation, ‘GPS’ Tubuh yang Tingkatkan Akurasi Operasi Tulang Belakang

1 month ago 34
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Seiring pesatnya perkembangan teknologi medis, akurasi dan keselamatan pasien kini menjadi prioritas utama dalam tindakan operasi, khususnya pada bedah saraf dan tulang belakang

Menjawab kebutuhan tersebut, Rumah Sakit Jakarta menghadirkan teknologi baru, Spinal Neuronavigation. Teknologi ini membantu dokter memetakan anatomi pasien secara real-time, sehingga prosedur operasi dapat dilakukan dengan lebih presisi dan aman.

Dokter spesialis bedah saraf Dimas Rahman Setiawan menjelaskan bahwa teknologi ini bekerja seperti GPS.

“Jadi pada prinsipnya adalah simpelnya neuronavigation ini sama kayak GPS. GPS tapi ini pada tubuh,” ujarnya dalam seminar 'Role of Spinal Neuronavigation,' Jakarta Pusat, Kamis (11/12/2025).

Spinal Neuronavigation dapat digunakan pada berbagai kasus, seperti Herniasi Nukleus Pulposus (HNP), spinal stenosis, skoliosis, serta fraktur tulang belakang. 

Melalui sistem pemetaan tiga dimensi (3D), dokter dapat melihat struktur di balik tulang tanpa harus melakukan sayatan yang besar.

Spinal Neuronavigation bekerja dengan menggabungkan data CT scan pasien dengan rontgen yang dilakukan sesaat sebelum operasi. 

Proses verifikasi tersebut memastikan tampilan anatomi pada layar sesuai dengan posisi aktual pasien di meja operasi.

“Dengan bantuan neuronavigation ini kita tebak, oh bener tuh target kita kerja akan di situ,” jelas Dimas. 

Karena titik operasi sudah terpetakan dengan jelas, dokter hanya perlu membuat sayatan kecil untuk mencapai area tulang yang bermasalah. 

“Sehingga kalau sayatannya kecil, berdarahnya lebih sedikit, nyerinya juga lebih kurang, pasien juga lebih cepat sembuh,” katanya.

Dimas menambahkan, tingkat ketepatan neuronavigasi ini sangat tinggi. “Untuk efektivitasnya ini kita bisa bilang mendekati 100 persen. Kalau kita gak bisa bilang 100 persen ya 99,9 persen,” ungkapnya.

Menurut Dimas, penggunaan neuronavigasi memungkinkan dokter memperoleh akurasi dan presisi yang tinggi sehingga dapat mencegah komplikasi, termasuk risiko salah tusuk yang berpotensi mengenai saraf dan memperpanjang masa pemulihan.

Meningkatkan Kepercayaan Diri Dokter Saat Mengambil Keputusan Teknis

dr. Wawan Mulyawan, SpBS(K), SpKP, AAK menegaskan bahwa neuronavigasi berfungsi seperti GPS yang memberi arah pasti selama operasi. “Alat ini adalah GPS-nya operasi,” tegasnya.

Dalam praktiknya, Wawan menyebut, terdapat titik-titik kritis selama operasi yang membutuhkan keputusan arah yang sangat presisi.

“Ada titik-titik dimana kita memang ketika sampai di satu titik itu kira-kira ini istilahnya mau belok ke kiri atau belok ke kanan gitu. Ada waktu-waktu yang kadang-kadang pemikiran seperti itu jadi muncul,” ungkapnya. 

Menurut Wawan, neuronavigasi memberikan kepastian bagi dokter untuk tetap berada pada jalur yang paling aman, jauh dari risiko cedera saraf maupun pembuluh darah vital. Teknologi ini juga membantu mempercepat proses pengambilan keputusan, sehingga alur tindakan menjadi lebih efisien.

Ia menambahkan bahwa neuronavigasi juga berdampak pada kepercayaan diri dokter. “Dengan neuronavigasi pertama self-esteem ya, percaya diri kita juga menjadi lebih kuat,” katanya.

Lebih dari itu, akurasi yang meningkat turut mendukung keberhasilan tindakan. “Setelah percaya diri hasilnya juga bagus dan pasiennya tertolong dengan baik gitu. Neuronavigasi akan membantu menjadi lebih mudah dan lebih cepat,” tuturnya.

Read Entire Article