Penularan Virus Nipah Sudah Diteliti di Indonesia, Ini Hasilnya

21 hours ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Meski hingga kini belum ditemukan kasus pada manusia di Indonesia, para ilmuwan mengingatkan bahwa penularan virus Nipah bukan ancaman yang bisa dianggap remeh. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa virus mematikan ini telah beredar pada hewan penularnya, khususnya kelelawar buah, di beberapa wilayah Indonesia. 

Virus Nipah merupakan penyakit Zoonosis yang berasal dari kelelawar buah genus Pteropus. Penularan virus Nipah ke manusia dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung, terutama melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi air liur dan urine kelelawar. Meski belum ada laporan penularan pada manusia di Tanah Air, bukti ilmiah tentang keberadaan virus ini pada hewan telah dipublikasikan sejak lebih dari satu dekade lalu. 

Penelitian pertama dilakukan oleh Indrawati Sendow, Atik Ratnawati, dan Trevor Taylor yang dimuat dalam jurnal internasional PLOS pada Juli 2013. Studi berjudul “Nipah Virus in the Fruit Bat Pteropus vampyrus in Sumatera, Indonesia” ini menjadi laporan molekuler pertama yang membuktikan bahwa virus Nipah beredar pada populasi kelelawar buah Pteropus vampyrus di Sumatera. Virus yang ditemukan bahkan tidak dapat dibedakan dari virus Nipah yang terdeteksi pada kelelawar di Semenanjung Malaysia. 

Temuan terbaru memperkuat kekhawatiran terkait potensi penularan virus Nipah di kawasan Asia Tenggara. Penelitian oleh Dimas Bagus Wicaksono Putro, Arief Mulyono, dan tim yang dipublikasikan dalam jurnal Emerging Infectious Diseases pada April 2025 meneliti 64 kelelawar buah dari pasar hewan di Yogyakarta dan Magelang. 

Hasilnya, dua kelelawar dari Magelang dinyatakan positif virus Nipah. Analisis filogenetik menunjukkan virus tersebut termasuk genotipe Malaysia dan memiliki kedekatan genetik dengan virus Nipah dari Kamboja dan Thailand. 

Selain itu, penelitian serologi oleh Indrawati Sendow dan Hume Field yang dimuat dalam Indonesian Journal of Biology menemukan antibodi virus Nipah pada kelelawar Pteropus vampyrus di Indonesia. Meski belum ditemukan bukti infeksi pada ternak babi, para peneliti menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dijadikan jaminan keamanan. 

Menanggapi temuan-temuan tersebut, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama menekankan bahwa ketiadaan kasus pada manusia tidak berarti Indonesia berada dalam posisi aman dari penularan virus Nipah

"Dengan ditemukannya reaktor Nipah pada kelelawar Pteropus vampyrus tetapi tidak pada babi di Indonesia, tidak berarti bahwa ternak babi aman dari infeksi Nipah," ujar Tjandra Yoga dalam keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Jumat, 6 Februari 2026.

Menurut Direktur Pascasarjana Universitas YARSI sekaligus Adjunct Professor Griffith University Australia, fakta bahwa virus Nipah telah terbukti beredar pada hewan penularnya harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak. 

Dia menegaskan pentingnya pendekatan One Health, yaitu kolaborasi antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan. "Semua hasil penelitian ini kembali menegaskan pentingnya pendekatan Satu Kesehatan atau One Health untuk mencegah potensi penularan di masa depan," katanya.

Dengan bukti ilmiah yang ada, peningkatan kewaspadaan dan penguatan sistem surveilans menjadi kunci agar Indonesia tidak kecolongan menghadapi ancaman penularan virus Nipah. 

Read Entire Article