Usia Tepat Edukasi Seksual: Membangun Pelindung Diri Sejak Balita

9 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Membangun Pelindung Diri Sejak Balita Ilustrasi(Freepik)

HIMPUNAN Psikologi Indonesia (Himpsi) menekankan bahwa edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi mereka dari risiko kekerasan seksual.

Bendahara Himpsi Wilayah Aceh, Devi Yanti, M. Psi., Psikolog, menegaskan bahwa usia 3 sampai 4 tahun adalah momentum yang tepat untuk memulai. 

Namun, ia menggarisbawahi bahwa fokusnya bukan pada aktivitas seksual, melainkan pada pengenalan tubuh, batasan diri, dan rasa aman.

"Edukasi sudah bisa dimulai sejak usia dini kurang lebih 3-4 tahun, tentunya dengan bahasa yang sangat sederhana dan sesuai tahap perkembangan anak," ungkap Devi Yanti.

Berikut adalah panduan fase usia yang tepat beserta materi edukasi yang harus diberikan:

Fase Balita (3–5 Tahun): Penamaan Tubuh yang Benar

Pada tahap ini, anak mulai belajar mengenal identitas fisiknya. Orangtua perlu mengajarkan nama bagian tubuh dengan ejaan yang benar, termasuk area pribadi seperti alat kelamin dan payudara. 

Penggunaan istilah yang akurat sangat penting agar anak bisa melapor dengan jelas jika terjadi sesuatu.

Anak juga harus mulai memahami konsep otoritas tubuh. Tekankan bahwa area pribadi mereka tidak boleh dilihat atau disentuh orang lain tanpa alasan medis yang didampingi orangtua. 

"Akan lebih baik jika anak diberi tahu mengenai perbedaan sentuhan yang baik, membingungkan dan tidak nyaman agar mereka dapat memahaminya dengan lebih jelas," tambah Psikolog Klinis di Rumah Sakit Jiwa Aceh tersebut.

Fase Anak (6–9 Tahun): Privasi dan Perlindungan

Memasuki usia sekolah, fokus bergeser pada privasi dan kewaspadaan sosial. Anak-anak harus sudah memahami risiko berinteraksi dengan orang lain, baik orang asing maupun orang yang sudah dikenal.

Penting bagi orangtua untuk mengajarkan anak mengenai "lingkaran kepercayaan". 

Anak perlu tahu siapa saja orang dewasa yang bisa mereka mintai pertolongan saat merasa terancam. 

"Jangan lupa untuk ajarkan mengenai hak anak untuk berkata tidak dan melapor pada orang dewasa yang terpercaya," tegas Devi.

Fase Pra-Remaja (10 Tahun ke Atas): Pubertas dan Relasi

Memasuki usia 10 tahun, materi harus mulai mencakup perubahan fisik dan emosional akibat pubertas. Orangtua berperan krusial dalam menjelaskan konsep persetujuan (consent) dan rasa hormat dalam hubungan.

"Terkait hal ini anak-anak pun perlu diajarkan mengenai konsep relasi sehat, rasa hormat, dan persetujuan (consent), serta risiko kekerasan seksual, perundungan, serta keamanan di dunia digital," lanjutnya.

Melalui edukasi yang dimulai tepat waktu, anak tidak hanya mengenal tubuhnya, tetapi juga memiliki keberanian untuk menjaga kedaulatan dirinya di lingkungan sosial maupun digital.

Read Entire Article