KPAI Soroti Kasus Grooming Anak, Desak Pengesahan RUU Pengasuhan

2 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
KPAI Soroti Kasus Grooming Anak, Desak Pengesahan RUU Pengasuhan Ilustrasi(Antara)

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti kasus guru di Sukabumi yang melakukan grooming terhadap siswinya melalui konten bernuansa romantisasi. KPAI menekankan perlunya regulasi pengasuhan anak untuk mencegah praktik manipulatif ini.

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menjelaskan bahwa fenomena grooming anak tidak terjadi secara acak. Pelaku biasanya mengamati calon korban melalui media sosial maupun interaksi langsung, menyasar anak dari keluarga yang rentan secara ekonomi maupun psikologis.

“Pelaku grooming tidak bekerja sembarangan. Publik perlu bersikap tegas terhadap fenomena ini,” kata Jasra, Sabtu (7/2/2026).

Menurut Jasra, ketika rasa “utang budi” terbentuk, kontrol terhadap anak perlahan berpindah ke pelaku. Hal ini membuat keluarga enggan melapor karena takut kehilangan bantuan atau merasa sungkan.

Banyak pelaku bersembunyi di balik profesi yang dihormati, seperti guru, tokoh agama, atau praktisi pengobatan alternatif, untuk memperoleh legitimasi moral.

KPAI juga menyoroti praktik manipulatif lain, termasuk upaya memisahkan hubungan emosional anak dengan orang tua atau menggunakan dalih perkawinan siri untuk menghindari jerat hukum pidana. Jasra menegaskan:

“Ini bukan solusi, melainkan legalisasi pedofilia dan perbudakan seumur hidup.”

Fenomena penyelesaian kasus secara damai justru memperparah penderitaan korban. Anak yang mengalami kekerasan berpotensi menghadapi trauma ganda akibat penghentian proses hukum.

Gangguan psikologis

Selain itu, trauma masa kecil dapat berkembang menjadi gangguan psikologis serius di masa dewasa, mulai dari kecemasan hingga gangguan jiwa.

KPAI menemukan pola berulang: pelaku hanya dipindahkan tempat tugas tanpa sanksi tegas. Kondisi ini menunjukkan lemahnya sistem pengawasan terhadap individu yang bekerja dengan anak, sehingga mereka berpotensi mencari korban baru.

Untuk mencegah hal serupa, KPAI mendesak percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengasuhan Anak. Regulasi ini diharapkan menetapkan standar perilaku jelas bagi seluruh orang dewasa di sekitar anak, mulai dari guru, pelatih, hingga pengasuh.

“RUU Pengasuhan bisa menjadi payung perlindungan. Negara harus hadir melalui regulasi yang konkret agar tidak ada lagi yang berdalih ‘hanya bercanda’ ketika melanggar batasan fisik dan emosional anak,” ujarnya.

Jasra mengingatkan orang tua dan masyarakat agar tidak menukar keselamatan anak dengan janji bantuan ekonomi atau prestasi. Ia menekankan bahwa perlindungan anak adalah investasi masa depan bangsa.

KPAI menekankan bahwa grooming di era digital semakin kompleks. Pelaku dapat berkamuflase di balik konten kreatif dan budaya viral. Tanpa pedoman pengasuhan nasional yang jelas, kasus serupa berisiko terus muncul.

“Melindungi anak adalah menjaga masa depan bangsa dari kehancuran mental,” pungkas Jasra. (Fik/I-1)

Read Entire Article