Sudah 2026, Saatnya Berhenti Menyalahkan Makan Malam sebagai Penyebab Obesitas

1 month ago 17
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Sudah saatnya di 2026 ini masyarakat berhenti menyederhanakan obesitas sebagai kesalahan makan malam semata. Obesitas adalah kondisi multifaktor yang dipengaruhi oleh gaya hidup, faktor biologis, hingga genetik. Bukan semata soal apa dan kapan seseorang makan.

Clinical, Medical, and Regulatory Director Novo Nordisk Indonesia, dr. Riyanny Meisha Tarliman, menegaskan, makanan bukan satu-satunya faktor kunci penyebab obesitas.

"Kalau kita bicara obesitas berhubungan sama makanan, bisa ya, bisa tidak. Tapi enggak cuma makanan loh sebenarnya yang menjadi faktor kunci," ujarnya dalam video di kanal YouTube DRV Channel berjudul 'Dr Vito | Obesitas? Perut Masih Buncit? Tonton Ini Untuk Mengubahnya!'.

Salah satu faktor besar yang sering luput disadari adalah sedentary lifestyle atau gaya hidup minim aktivitas fisik. Kemudahan teknologi membuat banyak aktivitas, termasuk memesan makanan, dapat dilakukan tanpa perlu bergerak.

"Sekarang dimudahkan banget dengan segala macamnya. Pilih makanan online, datang sendiri, tidak banyak bergerak. Dan itu juga berpengaruh terhadap obesitas," kata Riyanny.

Ketika tubuh jarang bergerak, terjadi ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan keluar. Kalori yang tidak terbakar akan disimpan sebagai lemak, sehingga risiko obesitas meningkat.

Oleh sebab itu, menyalahkan makan malam semata justru menutup persoalan yang lebih besar, yakni pola hidup secara keseluruhan.

Reporter: Titin Sahra Melani

Faktor Penyebab Obesitas

Selain faktor gaya hidup, faktor internal tubuh juga memegang peranan penting. Menurut Riyanny, hormon-hormon di otak berperan dalam mengatur rasa lapar, kenyang, dan penggunaan energi.

"Selain itu ada juga hormon-hormon di otak yang mempengaruhi terjadinya obesitas dan faktor genetik juga," katanya.

Faktor genetik membuat respons tiap orang terhadap makanan dan aktivitas fisik menjadi berbeda. Ada individu yang lebih mudah menyimpan lemak meski asupan makanannya tidak berlebihan. Inilah sebabnya pendekatan penanganan obesitas tidak bisa disamaratakan.

Menjawab anggapan bahwa makan malam adalah biang utama obesitas, Riyanny menjelaskan bahwa bukan hanya kalori yang berperan, tapi juga waktu makan, waktu tidur, dan waktu istirahat.

"Sebenarnya jam tidur, jam istirahat, jam makan juga pasti berpengaruh," ujarnya.

Kebiasaan Makan Bukan Satu-Satunya Penyebab Obesitas

Makan terlalu larut, apalagi mendekati waktu tidur, dapat mengganggu ritme biologis tubuh. "Kalau makan malamnya tengah malam yang harusnya jam istirahat, itu pasti berpengaruh," tambahnya.

Dalam penanganan obesitas, olahraga memegang peran penting, tetapi tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Diet dan olahraga harus berjalan beriringan, dengan pemahaman bahwa sport berbeda dengan exercise.

"Olahraga itu juga enggak bisa sekadar asal bergerak. Ada bedanya sport dan exercise," kata Riyanny.

Jenis dan intensitas olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Pasien obesitas dengan nyeri lutut, misalnya, tentu tidak tepat jika langsung disarankan lari.

"Kalau obesitas, lutut sakit, lalu disuruh lari, itu justru menimbulkan masalah baru," ujarnya.

Menurut Riyanny, pendekatan yang tepat adalah holistik dan personal, termasuk kombinasi kardio dan latihan kekuatan yang disesuaikan dengan kondisi, rutinitas, serta kemungkinan komplikasi pasien.

"Pasti kombinasi, tapi timing dan bentuk latihannya harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing," katanya.

Read Entire Article