Saat Gen Z Menjadi Ibu, Terbuka soal Emosi di Tengah Tekanan untuk Selalu Baik-Baik Saja

1 month ago 18
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi ibu kerap digambarkan sebagai fase penuh cinta, kebahagiaan, dan kehangatan. Namun, bagi banyak perempuan, khususnya Gen Z, perjalanan menjadi ibu juga diwarnai oleh kelelahan fisik, perubahan emosi, serta tekanan untuk selalu tampak kuat dan bahagia di hadapan publik.

Di era media sosial, Gen Z dikenal lebih terbuka dalam mengekspresikan perasaan. Namun, keterbukaan ini justru datang bersamaan dengan paparan standar 'ibu ideal' yang begitu masif. Psikolog Klinis Dewasa, Jennyfer, M.Psi., menilai kondisi tersebut membuat banyak moms Gen Z rentan merasa kewalahan.

"Moms Gen Z cenderung lebih berani menyuarakan perasaan. Tapi di sisi lain, banjir informasi dan standar yang beredar di media sosial bisa membuat mereka merasa overwhelmed dan mempertanyakan apakah dirinya sudah cukup baik sebagai ibu," ujar Jennyfer di peluncuran PRENAGEN UHT belum lama ini.

Kondisi ini tercermin dalam data Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan RI pada Oktober 2025, yang menunjukkan 8,5 persen ibu hamil terindikasi memiliki potensi depresi.

Angka ini delapan kali lipat lebih tinggi dibandingkan populasi dewasa secara umum. Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik unggahan manis dan senyum di layar, banyak ibu yang tengah berjuang secara emosional.

Menjadi Ibu Tak Hanya Siap Secara Fisik

Jennyfer menekankan bahwa yang dibutuhkan moms bukan sekadar informasi, melainkan juga validasi emosional.

"Beragam emosi, mulai dari bahagia, excited, hingga takut, cemas, dan sedih bisa hadir bersamaan. Semua itu normal dan valid. Moms perlu merasa dimengerti dan didukung, bukan dihakimi," katanya.

Menjadi ibu, lanjutnya, bukan hanya soal kesiapan fisik, tapi juga mental dan emosional. Peran pasangan pun kini semakin bergeser menjadi co-parent yang terlibat secara emosional dan praktis.

Lingkungan yang suportif terbukti dapat menurunkan tingkat stres dan risiko baby blues. "Tidak ada ibu yang sempurna. Moms cukup fokus menjadi versi terbaik dirinya sendiri, bukan versi ideal menurut orang lain," ujar Jennyfer.

Peran Nutrisi bagi Ibu Hamil

Selain kesehatan mental, aspek nutrisi juga memegang peran penting dalam kesejahteraan moms. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat hampir 3 dari 10 ibu hamil mengalami anemia, dan 17 persen berisiko mengalami Kurang Energi Kronik (KEK).

Studi dalam Medical Journal of Indonesia (2017) bahkan menunjukkan sekitar 80 persen ibu hamil memiliki asupan protein yang belum mencukupi.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Muhammad Fadli, Sp.OG, menjelaskan bahwa kebutuhan nutrisi ibu bersifat dinamis dan berbeda di setiap fase.

"Kehamilan itu tidak bisa disamaratakan. Kebutuhan nutrisi setiap moms berbeda dan berubah, mulai dari persiapan hamil, masa kehamilan, hingga menyusui," ujarnya.

Pentingnya Konsumsi Makanan Tinggi Protein

Menurut Fadli, protein, asam folat, zat besi, DHA, dan kalsium berperan penting untuk menjaga stamina ibu sekaligus mendukung tumbuh kembang janin.

Pada trimester awal, kombinasi protein dan vitamin B6 juga membantu meredakan mual dan muntah agar ibu tetap bisa beraktivitas.

"Pemenuhan nutrisi yang lengkap dan seimbang merupakan langkah preventif yang krusial untuk memastikan kehamilan berjalan optimal hingga persalinan, sekaligus menekan risiko bayi lahir prematur dan berat badan lahir rendah," tambahnya.

Peran nutrisi berlanjut hingga fase menyusui, ketika ibu membutuhkan energi ekstra untuk pemulihan sekaligus menjaga kualitas ASI. Dalam konteks ini, kesehatan ibu, baik mental maupun fisik, menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, satu hal menjadi kunci, ibu tidak seharusnya menjalani semua sendirian.

Dukungan pasangan, keluarga, dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting agar moms, termasuk Gen Z, dapat menjalani perannya dengan lebih seimbang, jujur terhadap diri sendiri, dan tanpa tekanan untuk selalu terlihat baik-baik saja.

Read Entire Article