Ketakutan pada Hujan Jadi Trauma Utama Penyintas Banjir Bandang di Bener Meriah Aceh

1 month ago 17
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Ketakutan terhadap hujan menjadi keluhan yang paling sering disampaikan penyintas bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Sebab, bencana terjadi akibat curah hujan yang tinggi.

"Hampir seluruh penyintas yang kami temui mengaku takut saat hujan turun," kata Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Bener Meriah, Insan Sarami Artanoga, dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Senin, 22 Desember 2025.

Insan juga menyampaikan bahwa ada peningkatan keluhan kecemasan dan trauma psikologis yang dialami penyintas bencana banjir bandang di kabupaten tersebut.

Merespons kondisi ini, dia menginisiasi program Mobile Clinic untuk memperkuat layanan kesehatan jiwa. Layanan ini dapat menjangkau langsung lokasi pengungsian warga terdampak.

"Korban bencana ini banyak yang mengalami cedera psikologis, terutama rasa takut dan cemas. Karena itu kami berinisiatif membentuk mobile clinic untuk menjangkau langsung posko-posko pengungsian," ujar Insan.

Sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025, Mobile Clinic didukung tenaga medis lintas disiplin. Selain memberikan layanan kesehatan umum, tim secara khusus memfokuskan pendampingan pada pemulihan kondisi psikologis masyarakat terdampak.

Pendekatan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kelompok usia. Anak-anak mendapatkan terapi bermain seperti mewarnai, bermain bola, dan permainan sederhana lainnya, sementara orang dewasa didampingi melalui psikoterapi suportif dan teknik relaksasi untuk menurunkan tingkat kecemasan.

"Melalui pendampingan ini, kami berharap kecemasan tersebut tidak berkembang menjadi trauma jangka panjang," kata Insan.

Tantangan Pelaksanaan Mobile Clinic

Di lapangan, pelaksanaan Mobile Clinic menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan akses menuju lokasi pengungsian. Beberapa posko hanya dapat dijangkau melalui medan yang sulit, termasuk harus menyeberangi sungai.

Keterbatasan jumlah tenaga kesehatan jiwa juga menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, dokter spesialis kesehatan jiwa di Kabupaten Bener Meriah masih terbatas, sehingga pelayanan harus dilakukan secara bergiliran dan terjadwal.

Meski demikian, tim Mobile Clinic tetap berkomitmen hadir mendampingi masyarakat terdampak dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia agar layanan kesehatan jiwa dapat terus menjangkau para penyintas bencana di Kabupaten Bener Meriah.

Situasi di Agam Sumbar

Sementara di Agam, Sumatera Barat, para penyintas banjir juga tengah berjuang dengan keadaan yang belum sepenuhnya pulih.

Ruang-ruang kelas SD Negeri 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, untuk sementara beralih fungsi menjadi tempat pengungsian bagi warga terdampak bencana. Sebanyak 87 kepala keluarga mengungsi di lokasi tersebut.

Banjir dan longsor berdampak pada tiga kampung di wilayah Palembayan dengan total sekitar 300 kepala keluarga terdampak. Bencana ini juga meninggalkan duka mendalam dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 180 orang, menjadikannya sebagai wilayah dengan korban jiwa terbanyak di Kabupaten Agam.

Sejak ditetapkannya masa tanggap darurat pada 23 November 2025, upaya pemulihan terus dilakukan, termasuk pemenuhan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Di posko pengungsian SD Negeri 05 Kayu Pasak, tenaga kesehatan dari Puskesmas Koto Alam bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Agam secara rutin memberikan pelayanan dan pemantauan kondisi warga guna memastikan kebutuhan kesehatan dasar tetap terpenuhi.

Cegah Penyakit di Pengungsian

Selain pelayanan medis, edukasi kesehatan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan penyakit di pengungsian.

Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Agam bersama Puskesmas Koto Alam memberikan penyuluhan terkait kebersihan lingkungan dan keamanan pangan kepada para pengungsi.

“Kalau bapak ibu menerima bantuan makanan, diusahakan dicek dulu makanannya. Jangan sampai mengonsumsi makanan berbau atau tidak layak, supaya tidak ada kasus keracunan makanan,” ujar Rachmi Oktaverina, petugas P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Agam.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerapian dan kebersihan di area pengungsian guna mencegah berkembangnya jentik nyamuk penyebab demam berdarah.

Dalam kesempatan yang sama, tim Puskesmas Koto Alam menegaskan layanan kesehatan tetap dibuka setiap hari bagi warga terdampak.

“Di puskesmas kami, kita membuka pelayanan tiap hari. Jadi kalau bapak ibu merasa badannya kurang enak, bisa langsung diperiksakan ke kami,” jelas Rachmi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr. Hendri Rusdiani, M.Kes, menyampaikan bahwa kondisi kesehatan masyarakat secara umum mulai menunjukkan perbaikan. Proses pemulihan terus berlangsung meski membutuhkan waktu dan pendampingan berkelanjutan.

“Kondisi masyarakat sudah mulai membaik. Mereka mulai bisa menerima keadaan dan perlahan bangkit, meskipun belum sepenuhnya,” ujar Hendri.

Ia menjelaskan, pada dua hari pertama pascabencana, sebanyak 93 pasien dengan luka berat telah dirujuk dan ditangani di RSUD Lubuk Basung. Sementara warga dengan luka ringan ditangani di puskesmas sekitar lokasi bencana dengan dukungan relawan medis.

“Alhamdulillah, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Agam tidak terdampak secara langsung oleh bencana. Puskesmas dan rumah sakit tetap beroperasi normal dan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Masa tanggap darurat berakhir pada 22 Desember 2025. Untuk itu, Hendri berharap kondisi kesehatan dan kehidupan masyarakat terus membaik. Ia juga mengapresiasi masih banyaknya relawan yang datang untuk membangun posko dan membantu para korban bencana. Kehadiran mereka menjadi penguat bahwa masyarakat Agam tidak berjalan sendiri dalam proses pemulihan.

Read Entire Article