Kemensos evaluasi data perlindungan sosial kasus siswa SD di Ngada

2 days ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial melakukan evaluasi terhadap mekanisme pendataan dan penyaluran perlindungan sosial menyusul kasus meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang diduga mengakhiri hidup akibat persoalan ekonomi keluarga.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, menyatakan bahwa peristiwa tersebut menjadi momentum untuk memastikan data penerima bantuan tidak semata dipahami sebagai angka, melainkan mencerminkan keadilan dan keberpihakan terhadap kelompok rentan.

"Ya, benar kita jujur saja, menjadi bahan evaluasi bersama. Jadi jangan sampai data ini dilihat sebagai angka tapi di dalamnya ada keadilan, ada rasa keadilan," kata dia.

Seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya, inisial MGT (usia 47 tahun).

Kementerian Sosial merespons peristiwa tersebut dengan mengirimkan tim asesmen ke Kabupaten Ngada untuk mendalami kondisi keluarga korban dan memverifikasi status sosial ekonomi yang bersangkutan.

Saifullah mengkonfirmasi bahwa korban tercatat sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), sementara kakek dan nenek korban tercatat sebagai penerima bantuan sosial reguler Kementerian Sosial. Namun, bantuan tersebut diketahui sempat terputus dan tidak diterima langsung oleh ibu korban.

"Saya tidak tahu mengapa sempat terputus," cetusnya.

Dia menceritakan bahwa korban diketahui tinggal bersama kakek dan neneknya, sementara ibunya yang merupakan orang tua tunggal bekerja sebagai petani dan buruh serabutan untuk menghidupi lima orang anak. Pada saat kejadian, korban disebut sedang berada di rumah ibunya.

Saifullah mengungkapkan kondisi tersebut menunjukkan masih adanya celah dalam mekanisme pemutakhiran data perlindungan sosial di daerah, terutama bagi anak-anak yang berpindah tempat tinggal dan berada di luar satuan keluarga penerima bantuan.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan kepada keluarga korban dengan total nilai Rp9 juta, yang terdiri atas santunan sosial Rp5 juta, bantuan sembako dan nutrisi Rp1,5 juta, serta bantuan sandang Rp2,5 juta.

Kementerian Sosial juga memastikan keberlanjutan pendidikan bagi saudara korban melalui program perlindungan sosial yang relevan, salah satunya Sekolah Rakyat.

"Peristiwa di Ngada tersebut menegaskan pentingnya penguatan pendataan terpadu dan perluasan jangkauan program perlindungan anak, khususnya di daerah dengan tingkat kerentanan sosial ekonomi seperti Nusa Tenggara Timur, dan juga di daerah-daerah lainnya," kata Menteri Sosial.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article