Hasil Forensik dan Toksikologi Satu Keluarga Tewas di Warakas: Organ Dalam Rusak

1 day ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Konferensi pers pembunuhan berencana sekeluarga di Warakas Jakarta Utara. Foto: Polres Jakarta Utara

Polisi mengungkap penyebab kematian satu keluarga yang ditemukan tewas di rumah kontrakan, Jalan Warakas VIII, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ketiga korban dipastikan tewas akibat racun tikus.

Pelaku ternyata anak ketiga dari keluarga tersebut. Tersangka Abdullah Syauqi Jamaludin (22) sempat dinyatakan kritis sebagai alibi, sebelum akhirnya ditetapkan polisi sebagai tersangka.

Kepastian ini didapat setelah tim dokter forensik RS Polri Sukanto melakukan pemeriksaan mendalam terhadap jenazah para korban.

Dokter forensik RS Polri Sukanto, dr. Mardika, menjelaskan bahwa pemeriksaan luar dan dalam dilakukan atas permintaan penyidik untuk mencari titik terang penyebab kematian yang sempat menjadi misteri.

Konferensi pers pembunuhan berencana sekeluarga di Warakas Jakarta Utara. Foto: Polres Jakarta Utara

"Tidak didapatkan tanda-tanda kekerasan fisik," kata Mardika kepada wartawan saat konferensi pers di Polres Jakarta Utara, Jumat (6/2).

Mardika membeberkan adanya kerusakan organ dalam yang cukup signifikan. Pada bagian otak ditemukan tanda pembusukan lanjut, sementara paru-paru korban mengalami pendarahan.

Temuan paling mencolok berada di bagian lambung. Petugas menemukan perubahan warna yang tidak wajar serta cairan berbau menyengat.

"Pada lambung ditemukan perubahan warna dengan bagian tertentu berwarna merah muda. Saat lambung dibuka, petugas mendapati cairan berwarna kecoklatan disertai bau sangat menyengat," jelas dr. Mardika.

Kondisi tersebut memperkuat dugaan adanya zat asing yang masuk ke tubuh korban sebelum mereka mengembuskan napas terakhir.

Konferensi pers pembunuhan berencana sekeluarga di Warakas Jakarta Utara. Foto: Polres Jakarta Utara

Kandungan zat tersebut kemudian terjawab melalui hasil uji laboratorium toksikologi. Peneliti riset toksikologi kimia Departemen Kimia Universitas Indonesia, Prof. Budiawan, mengungkapkan adanya kandungan zinc phosphate atau seng fosfida dalam lambung korban

Budiawan menjelaskan, senyawa ini biasanya digunakan sebagai rodentisida atau racun pembasmi tikus yang sangat berbahaya bagi manusia.

"Bahan-bahan ini beracun bagi sel tubuh manusia," kata Budiawan dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, zinc phosphate bekerja dengan cara bereaksi di dalam sistem pencernaan dan menyebar ke organ lainnya. Hal inilah yang memicu kerusakan fatal pada tubuh para korban di Warakas.

Konferensi pers pembunuhan berencana sekeluarga di Warakas Jakarta Utara. Foto: Polres Jakarta Utara

"Kemudian juga menyebar ke seluruh organ, dan itulah yang dikenal sebagai racun seluler," ucap Budiawan.

Mengingat efeknya yang sangat mematikan, Budiawan menegaskan bahwa penggunaan senyawa kimia ini harus diawasi dengan ketat agar tidak disalahgunakan untuk tindak kriminal.

"Sehingga zinc phosphate ini memang harus tentunya kita hati-hati dalam kaitan dengan penyalahgunaan dalam konteks penggunaan yang namanya zinc phosphate yang ada dalam racun tikus," tandasnya.

Konferensi pers pembunuhan berencana sekeluarga di Warakas Jakarta Utara. Foto: Polres Jakarta Utara

Untuk diketahui, Peristiwa tragis ini merenggut nyawa Siti Solihah (50), serta dua anak lainnya yakni Afiah Al Adilah Jamaludin (28) dan Adnan Al Abrar Jamaludin (14). Ketiganya ditemukan oleh Anak keduanya, Muhammad Khadafi (24) dengan kondisi mulut berbusa di rumah kontrakan mereka.

Abdullah Syauqi Jamaludin yang merupakan anak ketiga di keluarga tersebut, sempat dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi kritis untuk menutupi jejaknya. Namun, bukti toksikologi dari Puslabfor dan keterangan saksi-saksi akhirnya membongkar siasat pelaku pada 4 Februari 2026.

Atas perbuatannya, Abdullah Syauqi dijerat Pasal 459 dan/atau Pasal 467 KUHP tentang pembunuhan berencana, serta Pasal 76C jo Pasal 80 UU Perlindungan Anak. Ia terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Read Entire Article