Eks PPK Alami Tekanan, Pengamat Sebut Jaksa Kantongi Bukti Baru dalam Kasus Chromebook

18 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Eks PPK Alami Tekanan, Pengamat Sebut Jaksa Kantongi Bukti Baru dalam Kasus Chromebook Ilustrasi(Dok Litbang MI)

KETUA Umum Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), Kamilov Sagala menilai tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung memperoleh fakta baru dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbud Ristek. Kesaksian mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Bambang Hadiwaluyo, yang mengaku mundur karena tekanan psikologis diyakini akan memperkuat pembuktian terhadap para terdakwa.

Kamilov menilai pengakuan saksi sebagai indikasi adanya penyimpangan prosedur yang sistematis. Menurutnya, kondisi psikologis saksi yang tidak wajar menjadi bukti material bahwa prinsip tata kelola yang baik tidak berjalan.

"Sebagai pimpinan tertinggi saat itu, integritas Nadiem Makarim dipertanyakan. Mengapa proyek tetap berjalan meskipun bawahannya merasa terancam dalam menjalankan tugas negara? Hakim tentu akan mempertimbangkan alasan ketakutan saksi ini sebagai poin yang bisa memberatkan," ujar Kamilov melalui keterangannya, Sabtu (7/2/2026).

Kamilov menambahkan, seorang PPK adalah pejabat bersertifikat yang memahami risiko hukum. Jika pejabat tersebut sampai memilih mundur karena alasan kesehatan mental, maka ada tekanan luar biasa yang melampaui prosedur standar.

Diketahui, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (3/2), Bambang mengungkapkan bahwa dirinya memilih menanggalkan jabatan pada Juni 2020 karena merasa ketakutan hingga jatuh sakit. 

"Saya takut, Pak. Takut sampai saya sakit karena tidak bisa tidur. Kemudian tanggal 30 pagi (Juni 2020), saya membuat surat pengunduran diri," ujar Bambang saat memberikan kesaksian.

Bambang menjelaskan, tekanan tersebut muncul saat proses pemilihan penyedia perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berada di titik krusial. Ia mengaku menerima instruksi untuk segera melakukan belanja perangkat meskipun koordinasi antardirektorat, khususnya antara Direktorat SD dan SMP belum menemui titik temu terkait spesifikasi barang.

Ketegangan memuncak saat rapat koordinasi, di mana sejumlah pejabat tiba-tiba meninggalkan ruangan. Bambang juga mengaku menerima pesan singkat yang menyatakan bahwa pihak lain tidak akan membantu jika terjadi masalah di kemudian hari. Hal inilah yang memicu ketahanan mentalnya runtuh.

Menariknya, sesaat setelah Bambang mengundurkan diri, sistem langsung menunjukkan terpilihnya PT Bhinneka Mentari Dimensi sebagai perusahaan penyedia proyek tersebut.

Dalam perkara ini, Bambang bersaksi untuk para terdakwa yakni Mulyatsyah (Eks Direktur SMP), Sri Wahyuningsih (Eks Direktur SD), dan Ibrahim Arief (Konsultan). (H-2)

Read Entire Article