Badan Geologi: Longsor Cisarua kombinasi geologi purba-air tanah jenuh

1 week ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Bandung (ANTARA) - Badan Geologi mengungkapkan tragedi gerakan tanah yang menimbun 30 hektare lahan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, bukan sekadar bencana hidrometeorologi biasa, tapi ada kombinasi geologi purba dan kejenuhan air tanah.

Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria di Bandung, Senin, menjelaskan, berdasarkan analisis mendalam, menunjukkan adanya kombinasi fatal antara struktur geologi purba yang rapuh dan kejenuhan air tanah yang memicu kegagalan lereng di kawasan cukup padat penduduk tersebut.

"Karakteristik tanah di lokasi kejadian, sebuah bom waktu geologis yang akhirnya meledak," kata Lana.

Berdasarkan analisis data sekunder dan deskwork terkini, Lana menjelaskan lokasi bencana yang berada di koordinat LS 6,796861° dan BT 107,539694° ini berdiri di atas satuan batuan Formasi Endapan Gunungapi Tua Tidak Terpisahkan (QVu).

"Satuan ini umumnya terdiri atas breksi vulkanik, tuf, lava andesit-basalt, serta material piroklastik yang telah mengalami pelapukan kuat," ujar dia.

Baca juga: DPR minta tim SAR utamakan keselamatan saat evakuasi korban di Cisarua

Pelapukan lanjut pada batuan vulkanik ini, menurunkan kuat geser tanah secara drastis. Situasi diperparah oleh keberadaan struktur geologi berupa sesar dan rekahan berarah barat laut-tenggara.

Celah-celah mikroskopis ini menjadi jalan tol bagi air hujan untuk menyusup jauh ke dalam tanah, menciptakan bidang-bidang lemah yang siap menggelincirkan jutaan ton material tanah kapan saja.

Faktor pemicu utama yang tak terelakkan adalah curah hujan tinggi. Infiltrasi air hujan yang intensif ke dalam lapisan tanah pelapukan menyebabkan peningkatan tekanan air pori (pore water pressure) yang signifikan.

Ketika tekanan air ini meningkat, daya ikat (kohesi) tanah melemah. Pada saat gaya pendorong lereng melebihi gaya penahan, terjadi pergerakan massa tanah dan batuan mengikuti bidang gelincir yang berkembang pada zona lemah.

Hal ini, menjelaskan mekanisme teknis mengapa longsoran mencakup luasan yang begitu besar.

Selain faktor alam, aktivitas manusia turut mempercepat proses ini. Tata guna lahan yang didominasi permukiman dan pertanian, ditambah pemotongan lereng untuk jalan tanpa sistem drainase memadai, telah mengganggu kestabilan lereng alami yang kemiringannya mencapai lebih dari 40 derajat di beberapa titik.

Mengingat lokasi kejadian masuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah dalam Peta ZKGT, tim teknis mengeluarkan rekomendasi krusial yang wajib dipatuhi demi mencegah bertambahnya korban jiwa.

Rekomendasi teknis menegaskan agar masyarakat di sekitar lokasi terdampak segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Potensi longsoran susulan masih sangat tinggi, terutama karena struktur tanah yang sudah terganggu.

"Penanganan longsoran dan pencarian korban hilang agar memperhatikan cuaca, agar tidak dilakukan pada saat dan setelah hujan deras," ucap Lana.

Peringatan ini krusial karena pergerakan tanah susulan bisa menimpa petugas SAR dan relawan yang bekerja di zona bahaya.

Selain itu, pemasangan rambu rawan bencana dan sosialisasi mitigasi kini menjadi prioritas mendesak. Masyarakat diminta untuk tidak hanya mewaspadai hujan, tetapi juga memahami gejala-gejala awal gerakan tanah di lingkungan tempat tinggal mereka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengungkapkan hingga saat ini, akibat kejadian longsor pada Sabtu (24/1) dini hari, terdata 19 orang dinyatakan meninggal dunia, 73 jiwa masih dinyatakan hilang, 666 orang mengungsi, dan 51 unit rumah mengalami rusak berat.

Baca juga: Pelajaran dari longsor Cisarua

Baca juga: Basarnas perkirakan masih ada 61 korban tertimbun longsor Cisarua

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article