AYAH Affan Kurniawan, Zulkifli, mengaku mendapat banyak donasi, batuan, hingga uang tunai dari berbagai kalangan usai anaknya tewas dilindas kendaraan taktis Brimob pada Kamis, 28 Agustus 2029. Meski demikian, Zulkifli menyebut harta itu tak bisa menggantikan anaknya.
Zulkifli mengatakan bisa saja ini bagian dari rencana Tuhan. “Uang miliaran tidak bisa menggantikan anak saya,” kata dia saat ditemui di rumahnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sejak Kamis malam, kediaman Zulkifli padat lantaran disambangi banyak orang. Karangan bunga ungkapan duka berjejer sepanjang gang menuju kediamannya.
Presiden Prabowo Subianto juga datang melayat ke rumah Zulkifli pada Jumat malam sekitar pukul 22.00. Prabowo didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Agus Subianto. Namun, kunjungan presiden itu tak melalui jalur utama alias Jalan Gelora di Kawasan Stasiun Sudirman. Dia datang dan pergi melalui Jalan Kudus.
Zulkifli mengatakan dirinya menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah bisa menegakkan keadilan. Dia meminta tujuh personel Brimob Polda Metro Jaya yang melindas anaknya dengan kendaraan taktis dihukum seumur hidup atau mati. “Agar pelaku yang menabrak anak saya itu. Istilahnya dihukum seumur hidup atau dihukum mati. Itu saja harapan saya, tidak ada yang lain,” katanya.
Di samping itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait memberikan rumah di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat ke keluarga Zulkifli. Dia menyebut awalnya Maruarar menawarkan rumah di Tangerang dan Bogor. “Disuruh milih. Sementara, saya pilih di Cileungsi,” kata Zulkifli.
Meski demikian, Zulkifli mengatakan pemerintah masih membuka opsi dirinya mengubah pilihan. Dia mengatakan pemerintah meminta dirinya mengunjungi dua rumah itu. “Silakan pilih, mau di Bogor atau Tangerang,” ujarnya.
Selain rumah, Zulkifli mengatakan Maruarar menawarkan anak sulungnya, Adam Al Rasyid bekerja di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Kepada Zulkifli, Maruarar mengatakan gaji di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman sesuai Upah Minimum Regional. “Nawarin kerjaan ke anak saya. Kata anak saya mau,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza mengatakan pemberian rumah itu merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto. Dia mengatakan Prabowo ingin mewujudkan keinginan Zulkifli memiliki rumah. "Bantuan, semua yang menjadi harapan, keinginan keluarga, Bapak penuhi, termasuk rumah," kata Riza usai melayat di kediaman mendiang, Jumat, 29 Agustus 2025, seperti dikutip Antara.
Riza menyebut rumah yang dimiliki sendiri oleh keluarga merupakan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh Affan untuk ibundanya. Sebab, Affan dan keluarganya selama ini mengontrak di rumah petak. Riza menceritakan almarhum Affan telah menabung dan membeli sebidang tanah untuk keluarganya di Lampung dan juga telah membelikan motor untuk adik perempuannya.