TAUD: Penangkapan Mahasiswa Riau Khariq Anhar Sebagai Bentuk Kriminalisasi

6 hours ago 10
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

TIM Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengecam penangkapan mahasiswa Universitas Riau sekaligus pegiat media sosial, Khariq Anhar, oleh kepolisian pada Jumat pagi, 29 Agustus 2025. Mereka menilai tindakan itu sewenang-wenang dan merupakan bentuk kriminalisasi terhadap kebebasan berekspresi.

Khariq ditangkap sekitar pukul 08.00 WIB di Terminal I Bandara Soekarno-Hatta ketika hendak menuju Pekanbaru. Menurut TAUD, penangkapan dilakukan tanpa disertai surat perintah resmi maupun administrasi penyidikan. Ia kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya dan diperiksa di Subdit IV Direktorat Reserse Siber.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Dalam prosesnya, Khariq sempat mengalami kekerasan berupa pemukulan dan teriakan keras,” tulis TAUD dalam rilis pers yang diterima Tempo, Ahad, 31 Agustus 2025.

Setelah didampingi kuasa hukum, polisi baru menyampaikan bahwa Khariq disangkakan melanggar Pasal 32 ayat (1), Pasal 32 ayat (2), dan Pasal 35 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). TAUD menduga penggunaan pasal-pasal tersebut merupakan upaya membungkam kritik atas situasi politik dan aksi demonstrasi yang berlangsung 25–28 Agustus lalu.

Ketua LBH Jakarta Fadhil Alfathan mengatakan penangkapan Khariq juga disertai kekerasan fisik. “Saat ini dia ditahan di Polda Metro Jaya. Saat proses penangkapan dia dipiting dan dipukul,” ujarnya saat dihubungi pada Ahad, 31 Agustus 2025.

Dia juga menuturkan penyitaan ponsel dan penangkapan ini merupakan bentuk penghalang-halangan kebebasan berekspresi serta penggembosan terhadap aksi massa.

TAUD mengatakan serangkaian prosedur dalam penangkapan Khariq cacat hukum. Di antaranya tidak ditunjukkannya surat perintah, penetapan tersangka tanpa pemeriksaan, pembatasan akses bantuan hukum, serta penggeledahan dan penyitaan paksa.

“Ini jelas melanggar KUHAP dan prinsip praduga tak bersalah. Proses hukum terhadap Khariq adalah bentuk kriminalisasi kebebasan berpendapat, yang bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945 dan UU HAM,” kata dia.

TAUD mendesak Kapolda Metro Jaya untuk menghentikan penyidikan terhadap Khariq karena dianggap tidak sah secara hukum. Mereka juga meminta Komnas HAM, Ombudsman RI, dan LPSK memantau dugaan pelanggaran HAM dalam kasus ini. “Alih-alih meredam ketegangan publik, kriminalisasi semacam ini justru memperparah situasi yang sudah panas,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar surat penyerahan barang bukti milik Khariq. Surat itu bertarikh 30 Agustus 2025. Surat itu ditandatangani Khariq sebagai pihak yang menyerahkan barang bukti, Iptu Hermawan sebagai pihak yang menerima barang bukti serta dua saksi atas nama Denni Ega Nanda dan Mhd Zakiul Fikri.

Barang bukti yang disita polisi ialah satu unit handphone merek Vivo warna biru serta simcard, satu unit handphone merek Iphone serta simcard, akun instagram dengan username @aliansimahasiswamenggugat dan akun email pribadi milik Khariq.

Tempo meminta konfirmasi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi perihal tudingan kriminalisasi. Namun hingga saat ini belum ada respons.

Read Entire Article