Khartoum (ANTARA) - Sedikitnya enam personel pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tewas dan tujuh lainnya terluka pada Sabtu (13/12) ketika sebuah fasilitas PBB di Kadugli, ibu kota Negara Bagian Kordofan Selatan, Sudan, dihantam oleh serangan drone, demikian disampaikan oleh otoritas Sudan.
Angkatan Bersenjata Sudan (Sudanese Armed Forces/SAF) menuduh paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) sebagai pelaku serangan tersebut, tetapi klaim itu dibantah oleh RSF.
Menurut pernyataan SAF, drone tersebut menembakkan tiga rudal ke markas besar PBB dan Batalion Bangladesh, menyebabkan sebuah fasilitas penyimpanan PBB terbakar. Semua korban adalah anggota Batalion Bangladesh, yang merupakan bagian dari Pasukan Keamanan Sementara PBB untuk Abyei, wilayah yang menjadi sengketa antara Sudan dan Sudan Selatan.
Dalam pernyataan terpisah, Dewan Kedaulatan Transisi Sudan, yang mendukung SAF, mengutuk apa yang disebutnya sebagai serangan drone RSF terhadap kantor PBB di Kadugli, menyebutnya pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan perlindungan yang diberikan kepada fasilitas PBB.
"Menyasar fasilitas PBB yang dilindungi merupakan eskalasi berbahaya dan perilaku kriminal yang setara dengan tindakan terorisme terorganisasi," kata dewan tersebut, seraya menambahkan bahwa serangan itu menimbulkan ancaman langsung terhadap misi kemanusiaan dan internasional.
Dewan itu menyebut RSF harus bertanggung jawab sepenuhnya serta mendesak PBB dan komunitas internasional untuk mengambil langkah-langkah tegas guna melindungi fasilitas PBB dan personel kemanusiaan serta meminta pertanggungjawaban dari pihak yang bertanggung jawab berdasarkan hukum internasional.
Namun, RSF membantah telah melakukan serangan udara apa pun terhadap fasilitas PBB tersebut. Dalam sebuah pernyataan, RSF menyebut tuduhan itu tidak berdasar, serta mengatakan bahwa itu adalah upaya untuk mengarang tuduhan terhadap pasukan mereka.
RSF mengeklaim rekam jejaknya sepenuhnya bebas dari serangan terhadap organisasi internasional. RSF pun menambahkan bahwa pihaknya sebelumnya telah berupaya melindungi fasilitas PBB dan memastikan keselamatan para pekerja kemanusiaan. RSF menyerukan kepada badan-badan internasional untuk memverifikasi informasi dengan cermat.
Sudan telah dilanda konflik mematikan sejak 15 April 2023, ketika pertempuran meletus di antara SAF dan RSF. Konflik ini telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa jutaan warga mengungsi di dalam negeri maupun di luar perbatasannya.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444452/original/057575400_1765779473-IMG-20251215-WA0021.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4648323/original/013706700_1699957319-Screenshot_2023-11-14_165748.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442079/original/028336100_1765526270-WhatsApp_Image_2025-12-07_at_14.28.16.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404979/original/049985200_1762420817-IMG-20251106-WA0019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4771906/original/063595200_1710390647-red-peppers-plate-flat-lay-white-textile-wall.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442114/original/016339100_1765528069-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444958/original/042244800_1765793810-polo_air.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5441214/original/042739400_1765459543-20251211_101707.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439969/original/078988800_1765418213-1000637202.jpg)
English (US) ·