Menbud: Kartu pos menjadi media dalam merekam sejarah

1 month ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Bali (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menje​​laskan bahwa kartu pos merupakan medium dalam merekam wajah kota, bangunan, jalan, serta kehidupan sosial pada masanya.

“Kartu pos, prangko, dan cap pos bukan sekadar benda koleksi. Semua itu bercerita. Dari sana kita bisa membaca sejarah kota, teknik fotografi, hingga dinamika sosial pada zamannya,” kata Fadli dalam keterangan yang diterima di Bali, Sabtu.

Dalam peluncuran ‘Buku Kartu Pos Bergambar Samarangh’ di Kawasan Kota Lama Semarang, yang merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang ini, ia menyebut bahwa merupakan bagian dari komitmen bersama dalam upaya pelestarian, pendokumentasian, serta penguatan nilai-nilai budaya melalui medium literasi visual dan sejarah.

Penggunaan ejaan lama “Samarangh” dalam buku tersebut dijelaskan sebagai upaya menghadirkan ingatan historis.

Ejaan ini menurutnya bukan untuk mengubah nama, tetapi sebagai pengingat sejarah dan agar lebih melekat dalam ingatan. Ke depan, akan ada buku-buku lain tentang Yogyakarta, Bandung, Batavia, dan kota-kota lainnya, dengan target sekitar sepuluh buku.

Acara peluncuran buku juga dilengkapi dengan pameran temporer Potret Semarang dalam Bingkai Kartu Pos yang dilaksanakan selama tujuh hari pada 19 - 26 Desember 2025.

Baca juga: Jelang hari kemerdekaan, kartu pos harapan untuk Indonesia dipamerkan

Menbud turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Semarang atas dukungan dan ruang yang diberikan untuk kegiatan kebudayaan di kawasan Kota Lama.

Ia juga berharap buku ini dapat memperkaya khazanah pengetahuan tentang kota Semarang. Ke depan, gambar-gambar kartu pos ini juga dapat dikembangkan, diperbesar, dan didistribusikan sebagai bagian dari narasi visual sejarah, menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Senada dengan Menbud Fadli Zon, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti juga menyebutkan mengharapkan buku ini mampu menyentuh emosi serta membangkitkan kecintaan masyarakat Semarang terhadap sejarah kota.

Sebagai seorang filatelis, Menteri Kebudayaan mengungkapkan bahwa dirinya telah mengumpulkan sekitar 7.000 hingga 8.000 kartu pos dari berbagai wilayah di Indonesia yang diklasifikasikan berdasarkan kota, dengan jumlah terbanyak berasal dari kota-kota besar seperti Batavia, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Bukittinggi yang dahulu dikenal sebagai Fort de Kock.

Melalui karya-karya visual yang ditampilkan, pengunjung diajak menelusuri cerita masa lalu Kota Semarang, melihat perubahan ruang kota, serta memahami dinamika sejarah hanya melalui gambar.

“Melalui karya-karya ini, kita tidak hanya melihat gambar, tetapi juga membaca cerita tentang bagaimana kondisi sebuah jalan di masa lalu dan bagaimana keadaannya sekarang,” ujarnya

Baca juga: "Kartu Pos Bergambar Fort de Kock, Padang dan Sekitarnya" telah terbit

Baca juga: Menyimpan sekotak kenangan Tokyo lewat "postcard" Ukiyo-e

Baca juga: Menbud: Hadirkan benda pos dalam buku jadi cara lestarikan budaya

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article