Ketika warga NU dan santri terjebak dalam pusaran rasa cangkolang

1 month ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Akhirnya, mereka terjebak dalam pusaran rasa cangkolang, yakni rasa tidak sopan terhadap seseorang yang dihormati

Bondowoso (ANTARA) - Seorang warga Nahdlatul Ulama (NU) yang juga penulis berkisah bagaimana bingungnya ia harus menuangkan ide dalam bentuk artikel terkait kemelut di jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU.

Penulis yang berlatar belakang santri itu bingung untuk memberikan sumbangan pikiran dalam upaya penyelesaian perbedaan pandangan dan sikap jajaran syuriah dengan tanfidziyah di PBNU. Sebagai penulis, ide yang tidak tersalurkan, biasanya, menjadi masalah yang terus berputar di kepalanya.

Warga NU atau yang lebih popular dengan sebutan nahdliyyin itu semakin bingung ketika orang tuanya di kampung, yang masih kental dengan tradisi NU, mengingatkan agar ia tidak ikut campur dalam masalah di PBNU ini.

Kebingungan itu terkait dengan sikap tawaddlu' atau kepatuhan dan hormat santri terhadap para kiai. Tentu saja, kebingungan ini bukan hanya dialami penulis muda itu. Boleh dikatakan, kebingungan intelektual muda NU ini mewakili hampir seluruh jiwa dan pikiran warga nahdliyyin, termasuk yang berada di jajaran pengurus NU di berbagai tingkatan.

Kebingungan itu terletak pada jebakan keadaan batiniah yang tidak bisa diabaikan, seperti ungkapan "memakan buah simalakama". Jika dimakan ayah mati, jika tidak dimakan ibu yang mati.

Meskipun sikap dan pikiran kaum nahdliyyin di tataran akar rumput ini belum tentu terdengar oleh petinggi NU, mereka, hampir pasti tetap memiliki kecenderungan hati untuk berpihak kepada salah satu, syuriah atau tanfidziyah.

Akhirnya, mereka terjebak dalam pusaran rasa cangkolang, yakni rasa tidak sopan terhadap seseorang yang dihormati. Cangkolang biasanya melintas di pikiran kalangan santri ketika hendak menyampaikan sesuatu, tapi dihantui oleh perasaan khawatir menyalahi adab, lebih-lebih jika hal itu hendak disampaikan kepada kiai.

Kata cangkolang berasal dari Bahasa Madura dan sudah tertera dalam daftar diksi di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Bahkan, dalam diskusi di warung kopi atau di grup-grup media sosial, ketika hendak menyatakan pikiran untuk mendukung penyelesaian masalah PBNU ini dengan islah (perdamaian), seorang warga nahdliyyin merasa sudah memihak kepada tanfidziyah. Itu karena adanya fakta bahwa kesediaan untuk islah itu pernah dinyatakan oleh Ketua Umum Tanfidziyah PBNU hasil Muktamar Lampung KH Yahya Cholil Tsaquf.

Ketika kecenderungan pikiran jatuh pada pilihan islah, seorang warga nahdliyyin merasa cangkolang kepada Rois Aam KH Miftahul Akhyar dan beberapa kiai sepuh lain di jajaran syuriah di PBNU.

Sementara, ketika kencenderungan hati setuju dengan sikap Kiai Miftahul Akhyar dan jajaran syuriah yang telah mengangkat KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU pengganti KH Yahya Cholil Tsaquf, muncul juga rasa takut cangkolang pada ulama lain yang juga tergolong kiai sepuh, seperti KH Maruf Amin yang menyuarakan solusi islah.

Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article