Haedar Nashir: Kebersamaan bangsa kunci atasi dampak bencana

1 month ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Purwokerto (ANTARA) - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Haedar Nashir menegaskan peran aktif Muhammadiyah dalam mendorong kebersamaan bangsa untuk membantu penanganan dampak bencana alam yang melanda berbagai daerah di Indonesia

Saat meninjau progres pembangunan gedung 15 lantai di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin siang, Haedar mengatakan Indonesia saat ini masih berada dalam suasana duka akibat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta beberapa daerah lainnya.

"Hari ini (29/12) kami mewakili PP Muhammadiyah menghadiri Milad Ke-60 Universitas Muhammadiyah Purwokerto, sekaligus meninjau gedung utama yang nantinya akan diberi nama Presiden Tower," katanya menjelaskan.

Meskipun demikian, ia menekankan bahwa agenda akademik dan peresmian infrastruktur tidak boleh mengaburkan keprihatinan terhadap kondisi kemanusiaan yang sedang dihadapi bangsa.

Menurut dia, penanganan darurat bencana harus menjadi fokus utama seluruh kekuatan bangsa bersama pemerintah.

"Kita masih dalam keadaan duka. Tanpa mempersoalkan status kebencanaan yang bisa menimbulkan perdebatan panjang, yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menyelesaikan penanggulangan darurat bagi saudara-saudara kita," katanya.

Ia meyakini jika seluruh elemen bangsa bersatu, proses penanganan darurat dapat segera dilanjutkan ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi yang membutuhkan waktu panjang, konsistensi, serta energi kolektif yang besar.

Baca juga: Pemuda Muhammadiyah: Aceh masih butuh perhatian serius pascabencana

Menurut dia, kajian-kajian mengenai ekosistem, lingkungan, dan faktor penyebab bencana tetap penting, namun sebaiknya dilakukan setelah fase darurat terlewati melalui pendekatan yang objektif dan ilmiah, sehingga dapat menjadi masukan strategis bagi kebijakan nasional ke depan.

"Yang diperlukan saat ini adalah semangat bersatu, semangat bersama, semangat peduli, dan berbagi dari seluruh komponen bangsa," katanya menegaskan.

Ia mengatakan Muhammadiyah sejak hari pertama terjadinya bencana telah terlibat aktif dalam berbagai program kemanusiaan, mulai dari pengiriman sukarelawan, bantuan logistik, layanan kesehatan, hingga pendampingan bagi masyarakat terdampak.

Selain itu, Muhammadiyah juga terus melakukan penggalangan dana agar bantuan dapat disalurkan secara berkelanjutan, tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Kita memiliki pengalaman panjang dalam penanganan bencana, mulai dari tsunami Aceh, gempa Yogyakarta, gempa Sumatera Barat, hingga gempa Sulawesi Tengah. Pengalaman itu menjadi modal penting untuk terus memperkuat peran kemanusiaan," katanya.

Ia mengatakan perguruan tinggi Muhammadiyah, termasuk Universitas Muhammadiyah Purwokerto, memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kebencanaan, penguatan riset, serta kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Haedar mengharapkan peringatan Milad Ke-60 UMP dapat menjadi momentum refleksi perjalanan institusi sekaligus penguatan komitmen Muhammadiyah dalam mengabdi kepada bangsa dan negara, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan dan kebencanaan.

Baca juga: Muhammadiyah perkuat persaudaraan bantu penyintas bencana Sumatera

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article